Membangun Budaya Transparansi Akuntabilitas dan Partisipasi Publik

Jumat, 25 Januari 2019

Pegiat Adakan Aksi Ketawa Kritik Faida Yang Makin Absolut


jempolindo.id - Jember . Kesimbangan (check and balances) antarkekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif harus menjadi ruh dalam penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. Hal ini diperlukan agar tidak ada kekuasaan yang absolut tanpa ada pengecekan kekuasaan lain. Kekuasaan yang absolut justru cenderung korup.
Hal itu terungkap dalam aksi ketawa yang digelar elemen masyarakat Jember di Ruang Banmus Gedung DPRD Jember, Jumat (25/1/19).
Tampak puluhan orang berkumpul digedung DPRD Jember, diantaranya KH Syaiful Rijal (Gus Syef), Kustiono Musri, Sudarsono, Bagida Bagus, Syamsul, Jumadi, Budi Harijanto, Budi Santoso, Syaiful, Dedi Mulyadi, Adi Basa, Ismail, Lukman Yanuar Pribadi, dan Rasi Wibowo.
Sementara tak ada satupun anggota DPRD Jember yang menjumpai kedatangan para pegiat. Hanya staf DPRD Jember yang menyodorkan daftar hadir, lalu disambut gelak tawa.
Mentertawakan Absolutnya Kekuasaan :
Selama pertemuan digelar mereka tertawa lepas seperti hendak mentertawakan keadaan Pemerintahan Kabupaten Jember yang kian berantakan.

Usai tertawa lepas, Kustiono Musri menjelaskan maksud digelarnya aksi ketawa itu.
"Jember sudah terlalu absolut, bupati sedemikian rupa berhasil menekan kekuatan yudikatif dan legislatif," kata Kustiono.
Guna mendukung sinyalemennya itu Kustiono membeberkan fakta dibangunnya Rumah Dinas Kepala Kejaksaan Negeri Jember dengan menggunakan APBD 2018 Kabupaten Jember.
"Masih banyak fakta pendukung lain yang kami punya, yang membuktikan keanehan pengelolaan anggaran pemkab Jember," kata Kustiono.
Kustiono juga membeberkan penataan birokrasi yang amburadul. Penempatan pejabat yang bukan pada tempatnya, serta sampai 3 tahun berjalan pemerintahan Faida masih banyak jabatan yang kosong, sehingga dapat menghambat berjalannya roda pemerintahan.
Ponco Harus Bertanggung Jawab
Sudarsono menilai Kejaksaan sudah tidak tahu malu. Mengambil hak rakyat Jember untuk kepentingan institusi vertikal nya.

"Ponco (Kepala Kejaksaan Negeri Jember) harus bertanggung jawab atas rusaknya tatanan di Jember," sergah Sudarsono.
Kejaksaan, kata Sudarsono, dengan nyaman memampang plakat TP4D di setiap proyek pembangunan yang bersumber dari APBD, tetapi tidak tampak peran kontrolnya.
Kekuasaan telah berhasil membuat suasana psikologis DPRD Jember dalam situasi ketakutan. Seperti sebuah kesengajaan menggantung masalah.
"Kalo mau ditangkap semua seperti di Malang, tangkap semua anggota Dewan, jangan digantung begini," kata Sudarsono emosi.
Sudarsono menuding Faida berkali kali melakukan pelanggaran aturan dalam pengambilan kebijakan. Tetepi anggota DPRD Jember berikut partai politiknya diam tak bergeming.
"Ini sudah tidak bisa dibiarkan, saatnya presiden jokowi bertindak," tegasnya.
Lelucon Jumadi
Ketua LSM Gerpas Jumadi, berakting seolah menjadi Wakil Ketua DPRD Jember yang sedang menemui para aktivis.
"Maaf ya saya sebagai Wakil Ketua DPRD Jember bukan tidak mau memperjuangkan aspirasi anda, tetapi saya takut sama Bupati Faida," sontak saja guyonan Jumadi disambut gelak tawa.
Peran Wabup
Dedi Mulyadi mencoba menyikapi keberadaan Wakil Bupati Jember KH Abd Muqiet Arif, yang belum pernah dipertanyakan perannya.
Padahal seharusnya Wabup juga mempunyai kewenangan yang seharusnya juga memberikan peran dalam menjalankan roda pemerintahan.
Peran Pemuda Lumpuh
Salah satu perwakilan pemuda yang juga turut bersuara, Budi Harijanto, menilai situai generasi muda Jember semakin miris, cuek terhadap situasi pemerintahan.
"Saya ikut dalam agenda aksi ketawa ini, karena saya sebagai generasi muda merasa sesak dada memperhatikan situasi kabupaten Jember yang penuh dengan masalah," keluhnya.
Wartawan Tidak Anti Kritik
Wartawan Radar Jember, Bagus, yang juga hadir dalam aksi ketawa itu mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya dilapangan ditemukan situasi adanya Sumber informasi tertutup, Yudikatif mulai janggal.
Bagus juga mempertanyakan keberadaan Rumah Dinas Sekda Jember yang dipinjam pakai oleh kepala Kejaksaan Negeri Jember.

"Media bukan anti kritik tetapi memang sulit mencari sumber dan nara sumber," keluh Bagus (@)

Sabtu, 19 Januari 2019

Rabu, 09 Januari 2019

Golput Melonjak Tajam di Pemilu 2019

jempol.fun. Mereka yang punya hak pilih tapi secara sadar memilih untuk tak menggunakannya atau biasa disebut golongan putih alias golput selalu ada dalam setiap Pemilu.
Pada pemilu 1999, tingkat partisipasi pemilih mencapai 90 persen lebih, setelahnya, golput selalu melebihi angka 15 persen dari jumlah pemilih pada Pemilu legislatif maupun eksekutif.

Pada Pemilu legislatif (Pileg) 2004, jumlah golput mencapai 15,9 persen. Angka itu meningkat pada pemilu presiden putaran pertama dan kedua. Angka golput saat Pilpres 2004 mencapai 21,8 persen dan 23,4 persen.
Pada Pileg 2009, jumlah golput meningkat hingga 29,1 persen. Pada Pilpres tahun yang sama, jumlah pemilih yang tak menggunakan suaranya berjumlah 28,3 persen. Keberadaan golput berlanjut di Pileg 2014, dengan 24,89 persen pemilih masuk kategori ini. Pada saat Pilpres 2014, angka golput mencapai titik tertinggi yakni 30 persen lebih dari jumlah pemilih.
Bagaimana pada pemilihan tahun depan? Ajakan untuk absen memilih pada Pilpres 2019 mulai marak diungkapkan warganet di sosial media. Meningkatnya kekecewaan publik terhadap performa politisi diduga menjadi penyebabnya.
Imbauan agar masyarakat tidak golput selalu disampaikan peserta, pegiat, penyelenggara, hingga pengawas Pemilu. Seruan serupa juga disampaikan jelang dimulainya Pemilu serentak tahun depan. Imbauan agar pemilih menggunakan hak suaranya mulai dikumandangkan sejak jauh-jauh hari. Soalnya, ada kemungkinan angka golput tetap tinggi.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengatakan golput memang pilihan setiap pemegang hak suara, dan itu dijamin Undang-undang.
Haris Azhar dalam Hukumonline menyebut golput sah secara hukum karena dijamin pada Pasal 28 UUD dan Pasal 23 UU tentang HAM . Pasal 28 UUD berisi apa-apa saja yang dianggap hak asasi tiap manusia, sementara Pasal 23 UU HAM berisi: "(1) Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politiknya; (2) Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa."
Meski begitu, kata Afif, pemilih sebaiknya menggunakan haknya.
"Penyelenggara harapkan dalam Pemilu 2019 semakin besar partisipasi pemilih. Semakin banyak masyarakat memilih, akan semakin baik legitimasi Pemilu kita," ujar Afifuddin

Menurut Afif, tanggung jawab menaikkan tingkat partisipasi ada pada pundak semua pemangku kepentingan Pemilu. Namun, ia meminta agar kandidat pada Pileg maupun Pilpres, lebih aktif untuk menarik atensi calon pemilih.
"Saatnya capres-cawapres yang beradu program menarik pemilih. Faktor program calon dan profil calon memang bisa mempengaruhi minat pemilih," katanya.

Rasa Kecewa dan Faktor Lain

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan salah satu faktor yang bisa membuat pemilih tidak menggunakan suaranya adalah rasa kecewa.
"Ancaman tingginya golput bisa saja diembuskan karena kekecewaan sebagian masyarakat terhadap kandidat," kata Ujang.

Selain karena rasa kecewa, golput juga bisa muncul karena masyarakat merasa tidak diberi kesempatan mengusulkan capres dan cawapresnya sendiri.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pengusulan capres-cawapres memang hanya bisa dilakukan partai politik peserta pemilihan periode sebelumnya. Pencalonan juga dibatasi hanya bisa dilakukan parpol atau koalisi yang mencapai ambang batas tertentu.
"Rakyat tidak diberi kesempatan untuk mengusulkan calonnya sendiri. Golput juga dipengaruhi karena sikap apolitis masyarakat. Padahal seluruh hidup dan kehidupan rakyat ditentukan oleh itu," kata Ujang.
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Luky Sandra Amalia mengatakan yang perlu diperjelas terlebih dulu adalah konsep golput. Mereka yang memilih golput beda dengan pemilih yang tak menggunakan hak suara. Mereka yang lebih memilih libur alih-alih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) misalnya, tak bisa disebut golput.
"Pemilih yang tidak memilih itu tidak sama dengan golput. Filosofinya beda. Sejarah golput dasarnya ideologi," ujar Luky.
Menurutnya, kejenuhan publik melihat capres-cawapres yang itu-itu saja dapat membuat tingkat partisipasi pemilih rendah. Selain karena itu, pemilih juga bisa tak menggunakan haknya jika para kandidat atau tim sukses masih memainkan sentimen Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Apa yang dikatakan dua akademisi itu satu pandangan dengan Nining Elitos, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Nining mengatakan KASBI bakal menyerukan anggotanya untuk golput karena tak ada hal baru dalam pemilu tahun ini, juga pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga mengatakan banyak buruh kecewa dengan kebiasaan elite melupakan kepentingan rakyat.
"Jokowi juga terbukti sesudah berkuasa, yang dulu janjinya rakyat harus hidup layak, mendapat pekerjaan yang layak, upah layak, BPJS gratis, pada kenyataannya tidak terjadi alias janji kosong," kata Nining.
Nining menyindir keputusan pemerintahan Jokowi yang mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang menambah susah kehidupan kelas pekerja. Selain itu, ia menyinggung lemahnya penegakan hukum, terutama terhadap para buruh yang terlibat kasus dengan perusahaan.
"Sedangkan Prabowo terlibat pelanggaran HAM masa lalu. Jadi kedua-duanya, dalam pandangan kami, hanya berambisi berkuasa," tutur Nining. (#)

Senin, 24 Desember 2018

Menjawab Kontroversi Selamat Natal


1. K.H. Ma’ruf Amin
Kiai Ma’ruf Amin sebelumnya pernah disebut-sebut media online, seperti Nahimunkar.com, telah menyatakan bahwa ucapan Selamat Natal untuk umat Kristen haram. Saat ini Kiai Ma’ruf Amin yang sedang menjabat sebagai Rois Aam PBNU memang sangat strategis apabila namanya dicatut atas nama NU. Namun, media online yang menyebarkan berita tersebut tidak benar.

Ahmad Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU, mengkonfirmasi langsung pada K.H. Ma’ruf Amin terkait berita yang beredar mengenai larangannya mengucapkan Selamat Natal.
 “Selamat Hari Natal” itu sama seperti ketika Umat Kristiani mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk umat Muslim.
Umat Muslim juga boleh mengucapkan selamat pada Hari Besar umat agama lain. Saya tidak pernah melarang antar umat beragama memberikan pernyataan selamat atas perayaan hari besar antaragama,” tegas K.H. Ma’ruf Amin saat dikonfirmasi, seperti dikutip dari Islam-institute.com.
2. K.H. Said Aqil Siradj
Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. Said Aqil Siradj, menyatakan bolehnya mengucapkan Selamat Natal pada umat Kristen. Menurutnya, dalil yang digunakan dalam melarang ucapan Selamat Natal oleh pihak yang mengharamkan tidak tepat. Biasanya, mereka mengutip ayat Alquran surah al-Kafirun dan hadis man tasyabbaha bi qaumin Tahuna minhum..

3. Prof. Dr. Syafii Maarif
Ucapan Selamat Natal sama saja seperti ucapan Selamat Pagi menurut Syafii Maarif. Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini menyatakan ucapan selamat justru dapat menimbulkan perdamaian. Pria yang akrab dipanggil Buya ini justru merasa lucu pada umat Islam yang melarang ucapan Selamat Natal ini. “Apakah umat Islam yang seperti itu lebih baik ketimbang umat Islam lainnya?” tanyanya, seperti dikutip Muslimoderat.com.
4. Buya Hamka
Putra Buya Hamka, Irfan Hamka, mengkonfirmasi pada Republika.co.id bahwa ayahnya biasa mengucapkan Selamat Natal pada tetangganya yang beragama Kristen saat mereka tinggal di Kebayoran Baru. Menurut Irfan, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat Buya Hamka menjabat itu bukan larangan mengucapkan Selamat Natal. Akan tetapi larangan mengikuti ibadah Natal bersama umat Kristen.

5. Cholil Nafis, Ph.D.
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis, menyatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal itu boleh. Pria asal Madura ini menegaskan, mengucapkan Selamat Natal untuk menghormati mereka dan Nabi Isa a.s. boleh saja. Jika untuk sekadar mengapresiasi pertemanan sesama pemeluk agama itu boleh saja, yang terpenting kita tidak meyakini apa yang mereka yakini dan ikut merayakan ibadah Natal, seperti dikutip Detik.com.
6. Emha Ainun Najib (Cak Nun)
Dalam sebuah pengajiannya yang di tayangkan di Youtube menjawab pertanyaan hukumnya mengucapkan selamat natal :
"Apa kalo mengucapkan selamat natal lantas Islammu hilang ? Ya gak toh.... Sama saja kalo ada kondangan manten, apa kalo kamu gak setuju dengan pasangan manten terus acara mantennya batal. Ya gak ada urusan dengan isinya Natal"
Semoga menjadi bahan renungan bersama
Soal siapa yang benar wallahu a'lam.(#)

https://jempol.fun/2018/12/24/menjawab-kontroversi-selamat-natal/

Sabtu, 22 Desember 2018

Hujan Datang Bencana Mengancam


https://jempol.fun.  Hampir bisa dipastikan jika tiba saatnya musim hujan, daerah yang langganan banjir sudah harus siap siap menyambut datangnya bencana, mulai skala paling kecil sampai skala besar bergantung pada intensitas hujan.
Semalam media melansir kabar, dibeberapa daerah Kabupaten Jember serentak di landa banjir.

Kawasan Jember  yang dilanda Banjir :

  • Tanggul sungai kencong terputus, 
  • jalan jenggawah Balung direndam air, 
  • Sukorejo Bangsalsari Terendam air,
  • Kaliglagah Sumberbaru longsor 
  • Sanenrejo - Tempurejo terendam air
  • Jalan poros Trisnogambar - Bangsalsari terendam air
  • Dan hampir seluruh kecamatan di jember 

Sudah bisa dipastikan semua pihak bergerak sigap, BPPD, Polisi, TNI, Relawan biasanya segera turun ke wilayah banjir guna menanggulangi segala kemungkinan yang terjadi. Semacam pekerjaan rutin tahunan.

Pertanyaan seputar  banjir :

  • Wilayah yang kebanjiran
  • Kualitas banjir
  • Korbannya apa saja
  •  Kalo ada korban segera membantu
  • Penyebabnya banjir  apa 

Lalu musim usai hujan usai,  kita lupa bahwa pada saat hujan dilanda banjir.
Dan kehidupan berjalan sebagaimana biasanya, hingga datang musim penghujan kembali.

Ada beberapa penyebab banjir. Diantaranya:

  • Adanya penyumbatan 

Penyumbatan aliran sungai atau selokan menjadi pemicu terjadinya banjir. Terutama masyarakat yang gemar sekali membuang sampah di sungai. Sehingga sewaktu waktu sampah yang menumpuk bisa mengakibatkan banjir.

  • Intensitas hujan yang tinggi

Intensitas hujan yang relatif tinggi dapat menyebabkan sungai tidak dapat menampung volume air yang dapat melampau kapasitas.

  • Penebangan Pohon

Penebangan hutan bisa menyebabkan hutan menjadi gundul. Hal ini tentu akan berdampak terhadap lingkungan sehingga semakin berkurangnya pohon yang berguna untuk menyerap air.

  • Minimnya daerah resapan air

Banjir terjadi karena makin sedikitnya daerah resapan air. Saat ini Daerah serap justru banyak tertutup dengan aspal ataupun pembetonan sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah.

Tips Sehat Saat Musim Hujan

Memasuki bulan desember tiba saatnya musim hujan. Iklim di Indonesia biasanya terasa dingin, apa boleh buat perubahan cuaca yang tajam harus kita hadapi.
Memang tidak semua orang rentan terhadap perubahan cuaca, ada juga yang punya kekebalan dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Tapi tidak banyak orang tahu kapan saatnya kekebalan tubuh menurun.
Daripada tidak bisa tahun baruan mending sedia payung sebelum jatuh sakit. Menghadapi kemunhkinan yang tak terduga terhadap kesehatan lebih baik ikuti tips berikut :

  • Selalu bawa payung atau siapkan jas hujan
    Cuaca yang tak bisa diprediksi  kapan hujan  turun, lebih baik  sedia payung atau jas hujan saat ke mana pun pergi. 
  • Makan makanan sehat
    suhu saat musim hujan biasanya lebih dingin dibanding musim kemarau,   tubuh  butuh lebih banyak kalori untuk menghangatkan. Tubuh  juga membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk mencegah terserang penyakit. Perbanyak makan makanan kaya vitamin C dan antioksidan karena dapat menguatkan kekebalan tubuh.
  • Cuci tangan dengan sabun
    Hindari kebiasaan buruk tidak mencuci tangan saat ingin melakukan apa pun.  Tangan adalah tempat yang sangat baik menjadi sarang virus dan bakteri, bisa saja Anda terserang flu karena tidak menjaga kebersihan tangan. Jika tidak sempat mencuci tangan, bawa pembersih tangan ke mana pun.
  • Minum air bersih dan sesekali teh herbal
    Banyak minum air putih juga membantu detoksifikasi tubuh dari pembicaraan dan melindungi kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pastikan air yang Anda minum bersih dan matang. Selain itu, baik sekali minum teh herbal untuk menguatkan dan menghangatkan tubuh, diekspor jika Anda habis kehujanan.
  • Jaga kebersihan lingkungan
    selain merespons , musim hujan juga rawan sekali penyakit. Jika hujan sangat deras, biasanya akan membawa sampah dari berbagai tempat, dan jika mengendap di halaman rumah Anda, bisa membawa penyakit.Jadi, bersihkan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyakit bersarangnya.

Pesan Jokowi Pada Hari Ibu

https://youtu.be/g5v7yj7R_ys