Membangun Budaya Transparansi Akuntabilitas dan Partisipasi Publik

Jumat, 08 Maret 2019

Sekolah Tinggi Gak Mesti Sukses



Dulu di desaku ada seorang yang kaya raya. Sawahnya luas, dibeli dari hasil kerja kerasnya sebagai pedagang, namanya Abdullah. Tentu saja dia sudah naik haji, maka warga di desaku memanggilnya pak haji Abdullah, sebuah panggilan yang sangat terhormat, sebagai simbol status sosial yang bisa diraih penganut  Agama Islam.

Pak Haji punya anak dua orang, satu  pria dan satu gadis. Kedua putranya tak ada satupun yang disekolahkan,  alasannya pak haji punya prinsip sendiri bahwa meskipun sekolahnya tinggi paling juga kerjanya gak jelas, jadi pengangguran.

Rupanya pak haji mengambil contoh  banyak anak yang sekolah tinggi – tinggi tapi setelah lulus ternyata tak punya kerjaan jelas. Hidupnya lontang lantung,  hanya menjadi benalu orang tua.

“Gak usah sekolah tinggi – tinggi yang penting pinter cari uang,” itu yang selalu dikatakan pak abdullah kalo ditanya apa alasannya anak – anaknya tidak disekolahkan.

Orang tentu ingat nama besar Bob Sadino,  yang menjadi sukses dan kaya raya tanpa mengandalkan pendidikan tinggi. Bob Sadino. Sebuah kalimat yang cukup  menohok pada mereka yang memiliki pendidikan tinggi dari sang Bob Sadino :
“riwayat pendidikan seseorang bukanlah sesuatu yang harus diagungkan. Menurutnya, pribadi yang pintar cenderung hanya akan banyak bicara tanpa bisa melaksanakan apa yang diucapkannya, khususnya dalam dunia wirausaha”.

Lalu apa memang tidak ada hubungannya antara pendidikan tinggi dan nasib baik ?

Jawabannya tentu saja  sering orang menghubungkan dengan keyakinan agama, bahwa urusan nasib dan takdir sudah menjadi urusan Tuhan.

Sepertinya jawaban itu adalah jawaban orang yang putus asa, lantas lari pada Tuhan. Kok enak, memangnya Tuhan hanya menjadi tempat pelarian ?

Padahal jelas lho, Tuhan memerintahkan manusia agar berusaha supaya nasibnya berubah.

Lalu apa sebenarnya yang bisa membuat orang sukses ?

Mari belajar dari mereka yang sudah jauh berpengalaman, seperti Bob Sadino atau Pemilik Kentucky Fried Chiken.

  •    Mental baja :

Rupanya setiap orang sukses, memiliki mental yang tak mudah putus asa. Gigih meski sudah beribu kali mengalami kegagalan, bahkan mereka juga seperti manusia pada umumnya, ada juga rasa putus asa. Tetapi yang pasti mereka tak kenal menyerah. 

  • Jangan Bosan Mencoba

Ada pepatah kegagalan adalah sukses tertunda. Orang sukses tak pernah berhenti mencoba dan terus mencoba.
3.    

  • Belajar dari kegagalan orang lain
        Belajar dari kegagalan orang lain, juga merupakan cara efektif agar 
        kita tidak terjebak dengan kegagalan yang sama.



  • Membangun jaringan

Kalau dalam keyakinan agama ada nasehat agar sering bersilaturahmi, katanya silaturahmi atau anjang sana kepada sanak saudara, handai taulan, dapat memperpang umur dan memudahkan rejeki.
Ya, soalnya dengan membangun pertemanan bisa saling sharing satu sama lain, bertukar informasi dan berbagi suka duka.

  • Jangan lupa berdoa
Sebagai manusia hamba ciptaan Tuhan, tentu saja tidak bisa melepaskan     diri dari sang Maha Penciptanya. Apapun agama kita, sudah barang tentu menyakini bahwa kita diciptakan Tuhan
Karenanya, Doa adalah kekuatan untuk menyambungkan komunikasi antara hamba dan sang penciptanya.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, sebagai sarana untuk saling bertukar pandangan.