Dulu di desaku ada seorang yang kaya raya. Sawahnya luas,
dibeli dari hasil kerja kerasnya sebagai pedagang, namanya Abdullah. Tentu saja
dia sudah naik haji, maka warga di desaku memanggilnya pak haji Abdullah,
sebuah panggilan yang sangat terhormat, sebagai simbol status sosial yang bisa
diraih penganut Agama Islam.
Pak Haji punya anak dua orang, satu pria dan satu gadis. Kedua putranya tak ada
satupun yang disekolahkan, alasannya pak
haji punya prinsip sendiri bahwa meskipun sekolahnya tinggi paling juga
kerjanya gak jelas, jadi pengangguran.
Rupanya pak haji mengambil contoh banyak anak yang sekolah tinggi – tinggi tapi
setelah lulus ternyata tak punya kerjaan jelas. Hidupnya lontang lantung, hanya menjadi benalu orang tua.
“Gak usah sekolah tinggi – tinggi yang penting pinter
cari uang,” itu yang selalu dikatakan pak abdullah kalo ditanya apa alasannya
anak – anaknya tidak disekolahkan.
Orang tentu ingat nama besar Bob Sadino, yang menjadi sukses dan kaya raya tanpa
mengandalkan pendidikan tinggi. Bob Sadino. Sebuah kalimat yang cukup menohok pada mereka yang memiliki pendidikan
tinggi dari sang Bob Sadino :
“riwayat pendidikan
seseorang bukanlah sesuatu yang harus diagungkan. Menurutnya, pribadi yang
pintar cenderung hanya akan banyak bicara tanpa bisa melaksanakan apa yang
diucapkannya, khususnya dalam dunia wirausaha”.
Lalu apa memang tidak ada hubungannya antara pendidikan
tinggi dan nasib baik ?
Jawabannya tentu saja
sering orang menghubungkan dengan keyakinan agama, bahwa urusan nasib
dan takdir sudah menjadi urusan Tuhan.
Sepertinya jawaban itu adalah jawaban orang yang putus
asa, lantas lari pada Tuhan. Kok enak, memangnya Tuhan hanya menjadi tempat
pelarian ?
Padahal jelas lho, Tuhan memerintahkan manusia agar
berusaha supaya nasibnya berubah.
Lalu apa sebenarnya yang bisa membuat orang sukses ?
Mari belajar dari mereka yang sudah jauh berpengalaman,
seperti Bob Sadino atau Pemilik Kentucky Fried Chiken.
- Mental baja :
Rupanya setiap orang sukses,
memiliki mental yang tak mudah putus asa. Gigih meski sudah beribu kali
mengalami kegagalan, bahkan mereka juga seperti manusia pada umumnya, ada juga
rasa putus asa. Tetapi yang pasti mereka tak kenal menyerah.
- Jangan Bosan Mencoba
Ada pepatah kegagalan adalah
sukses tertunda. Orang sukses tak pernah berhenti mencoba dan terus mencoba.
3.
- Belajar dari kegagalan orang lain
kita tidak terjebak dengan kegagalan yang sama.
- Membangun jaringan
Kalau dalam keyakinan agama
ada nasehat agar sering bersilaturahmi, katanya silaturahmi atau anjang sana
kepada sanak saudara, handai taulan, dapat memperpang umur dan memudahkan
rejeki.
Ya, soalnya dengan membangun
pertemanan bisa saling sharing satu sama lain, bertukar informasi dan berbagi
suka duka.
- Jangan lupa berdoa.
Karenanya, Doa adalah kekuatan untuk
menyambungkan komunikasi antara hamba dan sang penciptanya.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, sebagai sarana untuk
saling bertukar pandangan.
