Rencananya, Jumat (3/8/18) sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Jember yang mengatas namakan TOPI (Tolak Penjajahan Ideologi) menuntut agar aktivitas Sekolah Tinggi Dirosah Islamiah (STDI) dihentikan.
Pasalnya, menurut Koordinator gerakan TOPI Baiquni Purnomo (Gus Baiquni), STDI diduga telah menyebarkan ideologi yang mengarah pada pendirian Khilafah yang jelas menentang Pancasila.
"Kami tidak sentimen pada satu golongan tertentu, aksi ini justru hendak meredam kegelisahan masyarakat atas aktivitas STDI. Kami melalui DPRD meminta Pemkab Jember menghentikan kegiatan STDI untuk sementara waktu," tegasnya.
Gus Baiqun mengaku menemukan kejanggalan ajaran STDI Imam Syafi'i sebagaimana yang tertuang dalam buletin terbitan STDI.
"Lah Monggo terlebih dulu para pihak yang berwenang melakukan kajian terhadap kegiatan yang dilakukan STDI," pungkasnya.
Sementara pendiri STDI, Dr. Ali Musri Semjam Putra MA mengklarifikasi tuduhan itu. Tokoh ini memandang tuduhan itu sebagai fitnah yang tak berdasar.
"Hubungan kami selama ini dengan masyarakat sekitar berjalan dengan baik," tegasnya.