Membangun Budaya Transparansi Akuntabilitas dan Partisipasi Publik

Selasa, 31 Juli 2018

Respon Kenaikan Harga Daging Ayam, Satgas Pangan Jember Lakukan Konsolidasi

Melonjaknya harga daging ayam dan telur dipasaran kabupaten Jember hingga mencapai 100 % mendorong Tim Satgas Pangan Jember untuk segera ambil langkah.

Melalu Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan), Jember yang dipimpin Sekda Ir Mirfano, terjadi situasi pasar yang menjadi perhatian, yakni :  harga yang sangat murah (petroleumak, dsb), lemahnya pengawasan distribusi dari peternak dan produsen ke disparitas tinggi.
Untuk menanggulanginya, kata Mirfano maka perlu ditingkatkan  sosialisasi standart harga SK Permendagri No 58 tahun 2008 tentanh penetapan harga referensi di petani dan ke konsumen, jika dipandang perlu maka pihaknya akan  menggandeng Komisi Pengawasan Persaingan Usaha dan Yayasan Lembaga Konsumen untuk mengefektifkan kasus persaingan usaha tak sehat atau klik membeli. 
“Sesuai Misi Kasatreskrim Polrrs Jember kami akan gandeng KPPU dan Yayasan Konsumen agar lebih efektif dalam kasus fluktuasi harga komoditi,” ujar Mirfano.

Mirfano memandang perlu hadirnya  Pemerintah Kabupaten Jember harus senantiasa hadir dan responsif dalam setiap masalah yang menyangkut kebutuhan warga Jember. (Mif)

Calon DPRRI dapil IV Lumajang Jember

https://www.strawpoll.me/16177364

Senin, 30 Juli 2018

Ironi pendidikan

Memahami kebijakan pembangunan dunia pendidikan sungguh membingungkan. Betapa tidak, satu sisi pemerintah sebenarnya sudah cukup peduli dengan mengalokasi anggaran pendidikan yang bersumber dari APBN, APBD Propinsi dan APBD kabupaten, sesuai kewenangan masing masing.
Sisi lain, masih banyak masalah yang seperti ada yang salah dalam pelaksanaannya.
Berita di media massa soal gedung SD di Jember yang sudah lama ambruk, misalnya sungguh makin membuat dahi berkerut, dimana anggaran yang sudah disiapkan pemerintah mandeg
Sementara, ada banyak lembaga pendidikan negeri yang masih memberlakukan pungutan yang memberatkan wali murid.
Entah dari mana mengurai keruwetan dunia pendidikan di republik ini.
Setumpuk permasalahan dunia pendidikan seperti nya sulit diurai.

Nestapa Petani

Ironi memang ketika bicara soal pertanian. Bagaimana tidak, negara yang berbasis Agricultural ini belakangan dinilai perkembangan dunia pertaniannya jalan ditempat.
Petani dihadapkan pada kenyataan pahit, belum soal pupuk bersubsidi yang kebijakannya kerap sulit dipahami.
Tata Niaga pupuk bersubsidi memang seolah sudah tuntas di tataran regulasi, tetapi permainan mafia pupuk masih meraja lela, sehingga tak jarang menyulitkan petani sebagai pemilik hak subsidi.
Persoalan penanganan Budi daya, hama penyakit dan pasca panen, sudah bisa dipastikan petani harus menanggulanginya sendiri.
Sementara jargon jargon politik seolah sudah mampu menuntaskan problem pertanian atau bahkan mampu menyuguhkan fakta pertumbuhan pertanian yang diatas kertas bisa mengagumkan.
Faktanya, tak sedikit petani menjerit harus menghadapi kenyataan di ladang dan keharusan keberlangsungan hidupnya.

Menuju Indonesia Yang Gemah Ripah Lohjinawi


https://strawpoll.com/adk44rwf

Minggu, 29 Juli 2018

Massa atau Bangsa Indonesia

"MASSA" INDONESIA ATAU "BANGSA" INDONESIA ?

Sebagai sebuah renungan bulan kemerdekaan, fenomena belakangan menyuguhkan tanda tanya, kita ini bagian dari Bangsa Indonisia atau Massa Indonesia ?
Seperti kian kuat keberadaan kita sebenarnya merupakan bagian dari "Massa" Indonesia dan bukan  “bangsa” Indonesia.
Yang ada adalah “massa” Indonesia. Mengapa? Karena warganya tidak dibentuk di dalam kesadaran nasionalisme dan demokrasi yang kuat, melainkan dalam ketakutan, kecemasan, serta kerinduan untuk terus dikuasai.
Tidak ada warga negara. Yang ada adalah sekumpulan massa. Dan cocok dengan ciri dari keputusan yang dibuat atas dasar paranoia, warga negara kita cenderung terburu-buru dan tidak rasional di dalam melihat masalah dan membuat keputusan.
Begitulah, paranoia terdapat pada para pemimpin, politisi, penguasa dan berikutnya mereka menyebar virus paranoia hingga merata ke seluruh lapisan masyarakat "MASSA INDONESIA'.

Sabtu, 28 Juli 2018

KONI JEMBER, RUMAH BESAR PEGIAT OLAH RAGA JEMBER

Menurut informasi terpercaya KONI Jember akan segera menentukan ketua barunya. Rencananya akan digelar pada tanggal 5 Agustus 2018.
Kandidat ketua yang diharapkan tampil diantaranya Alfianto, SH dan Bhisma Perdana.
Keduanya sudah tak asing di dunia olah raga Jember.